Berita

PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO-ENZYME BERBASIS MIKROBIOLOGI DI KELURAHAN KEBONDALEM, PEMALANG

Program Kerja KKN-T Undip dalam Pemberdayaan Ibu – Ibu PKK melalui Pembuatan Eco-Enzyme

Pemalang, 07 Agustus 2025 –

Mahasiswi Jurusan Biologi Universitas Diponegoro (Undip), melaksanakan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Kebondalem, Kabupaten Pemalang, dengan mengangkat tema inovasi “Edukasi Pengelolaan Sampah Organik (Limbah Kulit Buah) menjadi Eco Enzyme Berbasis Mikrobiologi”. Program ini menjadi solusi adanya penumpukan limbah kulit buah pada UMKM yang selama ini dibuang begitu saja, padahal memiliki potensi besar untuk terciptanya inovasi produk bermanfaat melalui proses fermentasi mikrobiologis.

Desa Kebondalem selama ini menghadapi permasalahan penumpukan limbah organik rumah tangga yang dapat menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal berdasarkan penelitian limbah kulit buah kaya akan senyawa organik seperti gula, serat dan senyawa fenolik yang dimana dapat menjadi substrat bagi mikroorganisme untuk menghasilkan “Eco-Enzyme”. Inovasi produk ini memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami yang ramah lingkungan, pupuk cair organik, hingga digunakan untuk mengurangi bau tidak sedap pada sungai.

Dalam pelaksanaannya, Mahasiswi KKN-T Undip Jurusan Biologi memadukan pendekatan secara edukatif dan demonstrasi kepada Ibu – Ibu PKK RT 04 RW 03 Kelurahan Kebondalem. Warga diperkenalkan pada konsep dasar mikrobiologi yang bekerja dalam proses pembuatan Eco-Enzyme, termasuk peran bakteri asam laktat, ragi, dan jamur dalam memecah bahan organik selama fermentasi. Edukasi dilakukan dengan metode penyuluhan terkait perbandingan komposisi bahan pembuatan Eco-Enzyme berupa kulit buah dengan gula jawa dan air dalam perbandingan 3:1:10, kemudian melakukan penyimpanan dalam wadah tertutup selama minimal tiga bulan. Proses ini melibatkan fermentasi anaerobic yang menghasilkan enzim, asam organik, serta alkohol.

Pendampingan dilakukan secara rutin untuk memastikan proses fermentasi berjalan dengan baik dan bebas dari kontaminasi. Warga diajarkan mengenali tanda keberhasilan fermentasi, seperti aroma segar khas buah, warna cairan yang kecoklatan dan tidak adanya pertumbuhan jamur berbahaya di permukaan. Hasil eco-enzyme yang dihasilkan akan diuji pemanfaatannya, baik Sebagai pembersih rumah tangga maupun sebagai pupuk cair yang ramah lingkungan.

Respon masyarakat cukup positif, Ibu – Ibu PKK RT 04 RW 03 mulai tertarik dan mengumpulkan limbah kulit buah dapur mereka, sementara pelaku UMKM melihat adanya peluang pemanfaatan Eco-enzyme untuk mendukung produksi yang lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi volume sampah organik, program ini juga mendorong terciptanya siklus ekonomi sirkular di tingkat desa.

Dengan adanya program ini, Kelurahan Kebondalem terutama Ibu-ibu PKK RT 04 RW 03 memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengubah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Edukasi pengelolaan sampah organik berbasis mikrobiologi yang dilakukan Mahasiswi KKN-T Undip Jurusan Biologi diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, serta mewujudkan prinsip zero waste yang berkelanjutan.